Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Fisika;Fisika Lanjutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika;Fisika Lanjutan. Tampilkan semua postingan

7 Fakta Menarik Terkait dengan Penemuan Baru Gelombang Gravitasi

| Kamis, 25 Februari 2016
Baca selengkapnya »
Gelombang gravitasi ditemukan dari dua black hole yang saling bertabrakan
Gelombang gravitasi ditemukan dari dua black hole yang saling bertabrakan

Baru-baru ini kelompok ilmuwan dari National Science Foundation, Caltech, dan MIT mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menemukan bukti keberadaan gelombang gravitasi sekaligus membuktikan bahwa teori Albert Einstein mengenai gelombang gravitasi adalah benar.

Penemuan tersebut merupakan salah satu penemuan di bidang sains terbesar sepanjang sejarah modern. Penemunya pun direncanakan akan diberikan penghargaan Nobel. Namun, apa itu gelombang gravitasi?

Gelombang gravitasi merupakan gelombang yang sangat kuat bahkan mampu memperlebar ruang dan waktu di sekitarnya. Para ilmuwan menemukan gelombang tersebut dengan menggunakan alat khusus bernama LIGO atau Advanced Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory.


Berikut adalah tujuh fakta menarik mengenai gelombang gravitasi dari Business Insider:

1. Gelombang gravitasi pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein hampir 100 tahun yang lalu. Saat teori ini dipublikasikan oleh Einstein, ilmuwan belum memiliki teknologi yang memadai sehingga tidak bisa dibuktikan pada saat itu.



2. Ilmuwan meyakini bahwa ketika duablack hole saling bertabrakan, keduanya akan memancarkan gelombang gravitasi yang sangat kuat hingga akhirnya dapat mengganggu kestabilan ruang dan waktu.



3. Gelombang gravitasi dapat merambat melewati ruang dan waktu, namun bentuknya sangat kecil sehingga sangat sulit dideteksi. LIGO merupakan alat khusus untuk mendeteksi gelombang gravitasi. LIGO dikatakan mampu mendeteksi distorsi berukuran satu juta kali lebih kecil daripada atom hidrogen.



4. Gelombang gravitasi memungkinkan para ilmuwan untuk memperirakan kapan dua black hole saling bertabrakan. Gelombang gravitasi yang baru-baru ini terdeteksi oleh LIGO merupakan hasil tabrakan antara duablack hole.

Ilmuwan juga memprediksi bahwa energi hasil dari tabrakan tersebut bisa mencapai 50 kali lebih kuat dari energi seluruh bintang di alam semesta.



5. Black hole bukanlah satu-satunya objek yang memancarkan gelombang gravitasi. Bumi, Matahari dan planet serta bintang lainnya juga memiliki gelombang gravitasi.

Sayangnya gelombang tersebut sangat kecil, yaitu sekitar 100 miliar lebih kecil ketimbang gelombang gravitasi yang dipancarkan dari dua black hole yang bertabrakan. Hal tersebut membuat gelombang gravitasi bumi tidak bisa dideteksi oleh alat yang ada saat ini.



6. Ilmuwan memprediksi bahwa setiap 15 menit sekali akan ada dua black holeyang saling bertabrakan yang akan memancarkan gelombang gravitasi yang dapat dideteksi.



7. Sebelum ditemukannya gelombang gravitasi, ilmuwan tidak pernah tahu bahwa black hole dapat bertabrakan dan bergabung menjadi satu.

Ini membuktikan bahwa penemuan gelombang gravitasi tidak hanya untuk membuktikan teori Einstein, penemuan ini juga membuktikan adanya fenomena baru pada black hole yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

7 Fakta Menarik Terkait dengan Penemuan Baru Gelombang Gravitasi

Posted by : Dilayolanda
Date :Kamis, 25 Februari 2016
With 0komentar

Ilmuwan Temukan Bintang Terpanas di Alam Semesta

| Jumat, 27 November 2015
Baca selengkapnya »

Postdam Universitu/daily mail
ilsutrasi bintang terpanas yang ditemukan
ilsutrasi bintang terpanas yang ditemukan

Ilmuwan menemukan bintang terpanas di alam semesta. Bintang kerdil super terang di tepi galaksi Bima Sakti ini 42 kali lebih panas dibandingkan matahari. Suhu bintang ini memcahkan rekor hingga 250 ribu derajat Celcius.

Dilansir dari Daily Mail, bintang bernama RX J0439.8-6609 ini lebih panas dibandingkan bintang terpanas yang sebelumnya ditemukan. Sebagai informasi, bintang yang terdekat dengan bumi yakni matahari suhunya mencapai 50 ribu derajat Celcius. Para peneliti di Universitas Tubungen dan Potsdam di Jerman menggunakan teleskop Hubble untuk mengukur spektrum ultraviolet dari bintang ini.

Dari spektrum tersebut, mereka bisa memperkirakan berapa suhu yang dipancarkan. Bintang kecil RX J0439.8-6609 menghapus rekor sebelumnya yang dikenal sebagai bintang terpanas yang memiliki suhu 200 ribu derajat Celius meski sekarang sudah mulai mendingin.
Ketika bintang ini ditemukan 20 tahun lalu, bintang ini begitu cerah dan menjadi bagian dari Large Magellanic Cloud, galaksi kecil yang mengorbit di Bima Sakti.  Data terbaru menunjukkan bintang ini bergerak menjauh dengan kecepatan 220 km per detik. Temuan ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Astronomy and Astrophysic.

Ilmuwan Temukan Bintang Terpanas di Alam Semesta

Posted by : Dilayolanda
Date :Jumat, 27 November 2015
With 0komentar

Pertama di Dunia, Penyu Ini Memancarkan Cahaya Neon

| Rabu, 30 September 2015
Baca selengkapnya »


Melakukan ekspedisi di Kepulauan Solomon, ilmuwan berhasil mengungkap keberadaan penyu yang memancarkan cahaya neon. Menariknya, fenomena itu dijumpai pada penyu yang sebenarnya sudah dikenal luas dan terancam punah, hawksbill sea turtle atau penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Penyu tersebut memancarkan cahaya dengan biofluoresensi, memantulkan cahaya biru yang diterimanya menjadi cahaya lain, dalam hal ini hijau dan kuning. Biofluoresensi berbeda dengan bioluminesensi ketika hewan menghasilkan cahaya sendiri lewat reaksi kimia tertentu.

Biofluoresensi telah dijumpai pada banyak hewan laut, seperti pari, hiu, dan hewan lunak berukuran kecil. Temuan ini mengagumkan karena untuk kali pertama hal tersebut ditemukan pada penyu secara khusus, dan reptil secara umum.

"Saya sudah (mempelajari penyu) dalam waktu lama, dan saya pikir tidak ada orang yang pernah menjumpai ini. Ini benar-benar mengagumkan," kata Alexander Gaos, Direktur Eastern Pacific Hawksbill Initiative, yang tak terlibat riset, seperti dikutip National Geographic pada Senin (28/9/2015).

Kisah penemuan

Penemuan bermula dari program penelitian David Gruber, ahli biologi kelautan dari City University of New York, di Kepulauan Solomon pada akhir Juli lalu. Gruber berniat merekam hiu kecil dan terumbu karang yang memancarkan cahaya di wilayah itu.

Suatu malam, ketika menyelam, tim Gruber sedang berjaga untuk buaya yang biasa melewati perairan itu. Tiba-tiba, penyu bercahaya itu keluar. Gruber mengatakan, penyu itu tampak seperti pesawat antariksa raksasa milik alien yang bercahaya hijau dan merah.

Gruber merekam penyu itu dengan kamera. Dia mengikuti penyu tersebut untuk beberapa saat hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti. "Saya tak ingin mengusiknya," ungkap Gruber.

Gruber mengira bahwa penyu sisik sulit ditemukan, hingga akhirnya mengetahui bahwa warga sekitar banyak yang menangkarkan bayinya. Gruber sempat mengobservasi kemampuan penyu yang ditangkarkan dalam memancarkan cahaya. Hasilnya, semua penyu memancarkan cahaya merah.

Teka-teki

Gaos dan Gruber mengungkapkan, biasanya biofluoresensi pada hewan berfungsi untuk menarik perhatian hewan yang dimangsa, bertahan dari pemangsa, serta untuk komunikasi. Dalam kasus penyu sisik, keduanya belum bisa memastikan. Studi pada penyu itu juga sulit.

"Akan sulit untuk mempelajari penyu itu karena populasinya hanya tersisa sedikit dan sangat dilindungi," kata Gruber. Populasi jenis itu berkurang 90 persen dalam beberapa dekade. Oleh karenanya, Gruber akan mempelajari penyu hijau yang masih memiliki kedekatan. 

Pertama di Dunia, Penyu Ini Memancarkan Cahaya Neon

Posted by : Dilayolanda
Date :Rabu, 30 September 2015
With 0komentar
Prev

About Me

Followers

▲Top▲